Dan jika masuk Islam dengan sebenar-benarnya, maka hal itu didasarkan pada firman Allah, "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam" (Ali Imran: 19), "Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya." (Ali-Imran: 85) 21. Danbarangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga" 19. Orang yang dibunuh penguasa yang dhalim karena dia mendatanginya dan menasihatinya: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ( penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muththalib dan seseorang yang mendatangi penguasa Diamenjawab, "Aku lebih mengetahui [tentang hal itu] daripada engkau, wahai Abu Syuraih! Sesungguhnya Mekah (dalam satu riwayat: Tanah Haram) tidak melindungi orang yang durhaka, orang yang lari karena kasus darah (membunuh), dan orang yang lari karena merusak agama." Abu Abdillah berkata, "Al-khurbah ialah merusak agama." (5/95) Iameriwayatkan hadits dari Umar dan Sa'ad bin Mu'adz. Yang meriwayatkan hadits darinya adalah Al-Abadillah ("Empat orang yang bernama Abdullah"), Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, Abu Musa al-Asy'ari, Alqamah, Masruq, Syuraih al-Qadli, dan beberapa yang lain. Jumlah hadits yang ia riwayatkan mencapai 848 hadits. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Jakarta - Perbuatan yang buruk tentu akan diganjar dengan keburukan pula. Demikian pula yang terjadi ketika anak berbuat durhaka kepada kedua orang tua. Bisa jadi kunci masuk neraka. Islam membawa ajaran yang penuh cinta dan kasih sayang. Termasuk kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya yang menjadi kewajiban umat muslim. Ketika seorang anak melakukan durkaha kepada orang tua maka murka Allah SWT akan datang SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 23-24 Surat Al-Isra ayat 23۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاArab-Latin Wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmāArtinya Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang Al-Isra Ayat 24وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاArab-Latin Wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrāArtinya Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Al Fath bab Uququl Walidain, menjelaskan maksud uququl walidaini adalah apa saja yang dapat menyakiti kedua orang tua yang dilakukan anaknya. Perkara ini meliputi perbuatan dan perkataan kecuali perbuatan syirik atau melakukan maksiat yang tidak ditentukan sebagai dosa kepada orang tua.Hubungan antara orang tua dan anak terkadang tidak selalu berjalan mulus. Ada saja konflik yang menyebabkan renggangnya hubungan orang tua dan anak. Namun sebaiknya, masing-masing saling introspeksi diri agar tidak merugikan di dunia maupun di buku Keajaiban Doa & Ridho Ibu oleh Mutia Mutmainnah, ada 11 perbuatan yang termasuk durhaka kepada orang tua1. Menyakiti fisik2. Menyakiti perasaannya3. Berkata 'Ah' dan mengeraskan suara4. Membicarakan keburukan orang tua5. Mencaci atau menjadi sebab dicaci orang6. Membelalakkan mata7. Bakhil8. Sangat membebani9. Tidak peduli dan menjauhi orang tua10. Tidak mengakui orang tua11. Berlaku zalim kepada orang tuaDiriwayatkan sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda"Siapa membuat kesedihan hati ibu dan ayahnya, maka dia telah durhaka kepada keduanya," HR. Thabrani dari Ja'far bin Muhammad As Sholah.Hindari melakukan perbuatan yang melukai hati orang tua. Bagaimanapun juga, doa orang tua termasuk dalam doa yang diijabah Allah SWT, sebagaimana hadits Rasulullah SAW"Tiga orang yang tidak akan tertolak doanya, yaitu doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir." HR Al-Baihaqy. Simak Video "Syakir Daulay Akhirnya Pulang dan Minta Maaf ke Orang Tua" [GambasVideo 20detik] dvs/erd Masuk surga, tentu menjadi impian kita, bukan? Ya, kita ketahui bahwasanya surga merupakan tempat yang paling indah sepanjang masa. Tak ada yang bisa menandingi keindahannya. Bahkan, dunia pun tidak ada apa-apanya dibandingkan saja, masuk ke dalam surga itu tidaklah mudah. Kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tetap selalu berada dalam jalan kebenaran. Al-Quran dan sunnah-lah penuntun jalan Anda, ternyata orang yang sudah berada di jalan kebenaran pun, bisa jadi tidak bisa masuk surga. Seperti halnya yang dirasakan oleh beberapa orangtua. Dimana mereka yang awalnya masuk surga, tidak jadi karena anaknya. Memang, apa ya sebabnya?Orangtua yang shaleh dan telah divonis akan masuk ke dalam surga bisa batal memasukinya dan justru terjerumus ke dalam neraka adalah orangtua yang melihat anaknya berbuat maksiat namun ia tidak melarang perbuatan tersebut.“Telah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata, Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang menzhalimiku ini!’ Sang ayah berkata, Bagaimana aku menzhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian?’ Sang anak berkata, Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangku’,” Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Sya’ban 1420 H.Di dalam Al-Quran, Allah Ta’ala telah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” QS. At-Tahriim 66.Mengenai tafsir dari ayat di atas, Qatadah berkata, “Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan laranglah mereka dari perbuatan maksiat kepada-Nya. Bantulah mereka untuk mengerjakan perintah Allah. Apabila kamu melihat mereka melakukan kemaksiatan, maka tegurlah!” Ibnu Jarir juga berkata, “Kita wajib untuk mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan adab!” Sedangkan Ibnu Umar berkata, “Didiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah kamu berikan kepada anakmu. Anakmu juga akan ditanya tentang bagaimana dia berbakti dan berlaku taat kepadamu.”Dari tafsir yang sudah dijelaskan oleh para mufassir di atas, jelaslah bahwa Allah Ta’ala memberikan perintah tegas kepada para muslim untuk senantiasa menjaga keluarganya dari siksaan api neraka. Caranya adalah dengan memperhatikan pendidikan agamanya serta memantau setiap perbuatan yang dilakukannya. Hal tersebut merupakan sebuah kewajiban yang apabila tidak dipatuhi maka konsekuensinya akan diterima di akhirat senada juga dapat difahami dari hadis shahih yang berbunyi, “Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” HR. Bukhari dan Muslim.Dari hadis di atas mengisyaratkan bahwa apabila ada orangtua yang mendidik anaknya dengan tidak baik, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya di dunia tersebut saat hari kiamat kelak. Anak adalah amanah. Bukan sekadar untuk berbangga diri karenanya. Ada hal besar yang harus dipertanggungjawabkan, kelak di akhirat. Jika berhasil dalam mendidik, maka anak merupakan investasi yang kelak menyelamatkan kedua orang tuanya ke dalam surga. Sebaliknya, jika abai, maka anak yang membanggakan di dunia itu bisa menyeret orang tuanya ke neraka. Mengerikan. Dikisahkan oleh Kiyai Haji Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya yang mengutip sebuah hadits, ada orang tua yang hendak dimasukkan ke surga lantaran amal-amal shalihnya saat di dunia. Namun, ia dihentikan oleh malaikat lantaran ada hisab yang belum kelar. Orang tua ini pun digiring ke sebuah tempat di neraka. Di sana, anaknya menunggu dalam keadaan terhina lantaran siksa. Menyakitkan. Menyedihkan. Memilukan. Usut punya usut, orang tua pun ditanya, “Apakah sosok yang mengaku sebagai anaknya itu benar?” Orang tuanya pun tak kuasa mengelak. Diakui. Lantas, dilanjutkanlah hisab dan didapati kesimpulan; orang tua tersebut abai terhadap anaknya. Ia hanya sibuk beribadah, tapi tidak menasihati atau mendakwahi anaknya. Ketika dirinya shalat, si anak malah menenggak minuman keras. Tatkala ia berpuasa, anaknya malah asyik di meja judi. Ketika dirinya pergi haji, buah hatinya itu malah berasyik masyuk bersama wanita-wanita yang menjajakan harga dirinya. Berzina. Atas tuntutan si anak dan sikap abainya tatkala di dunia, orang tua tersebut pun dijebloskan ke dalam siksa neraka. Na’udzubillahi min dzalik. Mari tatap lekat-lekat anak-anak kita. Bersungguh-sungguhlah dalam mendidik, menasihati, dan mendakwahinya. Jangan sampai mereka yang kita banggakan di dunia ini, kelak justru menyeret kita ke dalam neraka. Sebaliknya, jadikan mereka sebagai ladang amal shalih. Berdoalah dengan sepenuh hati, agar anak-anak kita senantiasa berada dalam jalan kebenaran sehingga kelak bersama-sama menghuni surga-Nya yang dipenuhi kenikmatan. Pun dengan diri kita yang merupakan anak dari orang tua kita. Berimanlah kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, lalu sibukkan diri dengan amal shalih. Bersungguh-sungguhlah agar istiqamah dan kelak menghadap Allah Ta’ala dalam keadaan iman dan Islam yang sempurna. [Pirman/Keluargacinta] Home » Islam Penulis Unknown Ditayangkan 08 Apr 2016 Orangtua memiliki kewajiban dalam mendidik dan mengasuh anak dengan tuntutan agama. Hal tersebut harus dilakukan agar anak bisa menjadi sosok yang shaleh. Namun, tidak semua orangtua bisa melakukan tanggung jawab banyak orangtua shaleh namun memiliki anak yang suka berbuat maksiat. Hal ini bisa terjadi karena faktor dari si anak sendiri dan lingkungan mereka. Hal ini berpotensi membawa anak masuk ke jurang neraka di akhirat tidak hanya akan menyeret dirinya sendiri, anak tersebut juga bisa membuat orangtua yang sudah divonis akan masuk surga akhirnya batal dan justru terjerumus ke dalam neraka. Golongan orangtua bagaimanakah yang akan mengalami nasib seperti itu? Berikut informasi yang shaleh dan telah divonis akan masuk ke dalam surga bisa batal memasukinya dan justru terjerumus ke dalam neraka adalah orangtua yang melihat anaknya berbuat maksiat namun ia tidak melarang perbuatan tersebut.“Telah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang menzhalimiku ini!’ Sang ayah berkata Bagaimana aku menzhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian?’ Sang anak berkata Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangku.'” Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Sya’ban 1420 HDi dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” tafsir dari ayat di atas, Qatadah berkata “Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan laranglah mereka dari perbuatan maksiat kepada-Nya. Bantulah mereka untuk mengerjakan perintah Allah. Apabila kamu melihat mereka melakukan kemaksiatan, maka tegurlah!” Ibnu Jarir juga berkata “Kita wajib untuk mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan adab!” Sedangkan Ibnu Umar berkata “Didiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah kamu berikan kepada anakmu. Anakmu juga akan ditanya tentang bagaimana dia berbakti dan berlaku taat kepadamu.”Dari tafsir yang sudah dijelaskan oleh para mufassir di atas, jelaslah bahwanya Allah SWT memberikan perintah tegas kepada para muslim untuk senantiasa menjaga keluarganya dari siksaan api neraka. Caranya adalah dengan memperhatikan pendidikan agamanya serta memantau setiap perbuatan yang tersebut merupakan sebuah kewajiban yang apabila tidak dipatuhi maka konsekuensinya akan diterima di akhirat senada juga dapat difahami dari hadits shahih yang berbunyi “Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” HR Bukhari dan MuslimDari hadist di atas mengisyaratkan bahwa apabila ada orangtua yang mendidik anaknya dengan tidak baik, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya di dunia tersebut saat hari kiamat informasi mengenai orangtua yang batal masuk surga karena anaknya. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai orangtua mendidik buah hati dengan ajaran agama. Agar anak tersebut menjadi sosok yang shaleh dan membawa kita masuk ke dalam surga, bukan menjerumuskan ke dalam api neraka karena perbuatan kita dan keluarga kita senantiasa diberi hidayah oleh Allah swt agar tetap senantiasa bisa menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya karena lingkuangan keluarga lah yang pertama mendidik anak saat tumbuh dewasa dan dengan pengawasan dari orangtua lah anak bisa menjadi orang yang bermanfaat. Wallahu A'lamSumber infoyunik islam orang tua unik

hadits orang tua masuk neraka karena anaknya